Kamis, 01 Maret 2012

4 Penjuru Hati Manusia



Sebuah pemetaan akan arah hati (Qolbu/Qolb) manusia. Sebuah wacana bagi kita semua dan tidak ada paksaan bagi yang tidak percaya. Qolb (hati) tidak pernah diam pada suatu tempat, Qolb selalu bergerak dan berputar layaknya sebuah rotor, kadang cepat dan kadang lambat. 4 penjuru hati adalah suatu penggambaran tentang letak Qolb, yakni berada di antara Ilahiyah (Ketuhanan), Akal, Rasa, dan nafsu. Qolb bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Semua tergantung dari kondisi batin kita. Pergerakan Qolb dalam 4 penjuru :

  1. Bila Qolb mendekat ke Ilahiyah maka Qolb secara otomatis akan menjauhi Nafsu, ini terjadi ketika kita mendekatkan diri pada Allah (percaya terhadap Allah dengan segala sifatnya) dan menyerakah pasrah pada Allah.

  2. Bila keadaan Qolb kita mendekat pada Nafsu, maka akan menjauhi Ilahiyah. Segala keburukan bisa terjadi, karena kita lebih mengedepankan Nafsu kita. banyak sudah contohnya keburukan yang terjadi ketika kita mendekat ke nafsu.

  3. Bila Qolb mendekat pada Rasa maka otomatis akan menjauhi Akal. Ini terjadi bila kita lebih banyak menggunakan perasaan kita dari Akal kita. Dan hal ini akan cenderung pada ego kita yang lebih banyak berperan didalamnya.

  4. Begitu juga sebaliknya bila kita lebih mendekatkan pada Akal, otomatis akan menjauhi Rasa. Kondisi ini banyak dialami oleh orang-orang yang lebih mengandalkan akalnya dalam menghadapi suatu masalah dengan mengesampingkan titik-titik yang lain.

Kondisi diatas bila terpaku pada satu titik dalam waktu yang cukup lama tidak akan bagus atau menjadi lebih baik. Semua harus balance(seimbang) yakni berada ditengah-tengah ke 4 titik tadi. Allah menciptakan keseimbangan dan keharmonisan dalam dunia ini misalnya ada siang ada malam, susah-senang, kaya-miskin. Dan semua itu diatur dalam harmoni kekuasaan Allah. Begitu juga halnya hati (Qolb) kita, Allah lah yang mengaturnya. Hati (Qolb) itu bergerak dengan sendirinya atas kuasa Allah namun manusialah yang diberi kuasa untuk mengendalikan seberapa cepat atau lambat gerak rotor dan arah hati (Qolb)nya agar tercipta hidup yang harmonis.

  1. Bila hati kita terlalu ke arah Ilahiyah, cobalah untuk mengarahkannya ke tengah-tengah tetapi tidak ke arah nafsu. Sebagai makhluk ciptaan Allah perlu kita sadari bahwa kodrat manusia itu adalah memiliki nafsu (keinginan/hasrat). Misal bila kita lapar, kita tidak akan kenyang hanya sekedar berdoa saja. Kalau kita mengandalkan nafsunya saja maka akan terjadi kanibalisme. Disini kita dituntut bagaimana menggunakan segala potensi baik Ilahiyah, Akal, Rasa, dan nafsu kita untuk mendapatkan yang terbaik dan dengan cara yang baik pula.

  2. Begitu halnya dengan yang lain bila Qolb condong pada satu titik, selalu cobalah untuk mengarahkan ke tengah. Disitu kita akan temukan ketenangan dalam batin.


Mungkin timbul pertanyaan di benak kita, bagaimana bila kondisinya diluar 4 titik diatas. Misalkan saja diantara Akal dan Nafsu. Coba anda bayangkan bila kita hanya lebih mengedepankan Nafsu dan Akal, apa jadinya?? Kebaikankah atau keburukan?

Akibat yang bisa timbul salah satunya kerusakan moral seperti yang terjadi saat ini seperti korupsi. Koruptor adalah orang yang hatinya berada diantara nafsu dan akalnya, nafsu ingin meraup kekayaan sebanyak-banyaknya dan akalnya dipakai untuk menipu orang-orang disekitarnya agar tindakkannya tidak diketahui. Untuk kondisi yang lain silahkan anda pahami sendiri, bila Qolb kita dalam kondisi antara Ilahiyah-Akal, Ilahiyah-Rasa, Rasa-Nafsu. Kebaikan atau keburukankah yang muncul?

Ini hanya sebagai pembelajaran bersama dan sebagai pengingat bagi kita semua. Kebenaran sejati hanya milik Allah.

Senin, 27 Februari 2012

Cinta itu seperti..

Cinta itu seperti api. Ia terang dan menghangatkan. Jagalah ia tetap pada kadarnya. Jangan biarkan ia terlalu kecil karena hatimu bisa menjadi redup dan dingin.
Biarkan ia membara di dalam dirimu yang mampu beri kehangatan & kebahagiaan untukmu. Perlakukan ia dengan benar. Jangan biarkan ia terlalu dekat dengan kecemburuan dan kemarahan. Sebab ia dapat menghancurkan dirimu & orang yang kamu kasihi.
Tanpanya hidupmu akan sepi,gelap dan dingin. Tanpanya kamu dapat tersesat dalam gelapnya hati. Ia adalah cahaya penerang jiwamu. Jagalah cinta itu tetap menyala di hatimu dan bagilah cahaya dan kehangatannya dengan orang-orang kamu kasihi.

Kamis, 16 Februari 2012

Aku Bukan Malaikat

Aku bukan malaikat dan kamu pun bukan bidadari.

Karena aku tahu malaikat & bidadari itu tidak pernah bisa bersatu.

Aku hanya manusia biasa, yang mencoba mencintai manusia biasa pula.

Akupun tahu ku tak sempurna, begitu juga denganmu.

Tapi brsama dan menjadi satu denganmu kita bisa mencapai sempurna.

Sungguh ku katakan aku cinta kamu dengan sepenuh hati.

Dan akan ku perjuangkan itu, meski harus berlelah hati.

Semoga Tuhan selalu menjaga hati kita agar tetap dekat dan selalu ingat padaNYA.

Doaku

Ya Tuhanku,

Pertemukanlah aku dengan wanita yang jadi pndamping hidupku.

Wanita yg mampu ingatkanku tuk slalu ingat denganMU

yang bisa jadi teman dalam suka dukaku,

menjadi kekasih yg pantas dicinta olehku,

dan yg jadi makmum dalam sholatku.

Seseorang yg mengajakku mencintaiMU,

yang kesolehannya mampu memikatku utk jadi khusuk padaMU

dan menjadi bidadariku menuju Tsuraya surgamu.

Ya Tuhanku, mampukan aku untuk ingatkan dia akan hadirMU

jadikan aku kekasih yg pantas

baginya utk dicinta & dirindu

jadikan aku mncintanya karena

cinta dariMU Ingin ku rengkuh ridloMU

bersamanya untuk gapai surgaMU.

Berkahilah kami agar jadi kluarga

yang slalu Engkau ridloi. Amin.

Jumat, 14 Agustus 2009

ANTARA AMBISI DAN OBSESI

Ambisi dan obsesi, banyak orang salah kaprah mengartikan dua kata ini. Definisi Ambisi menurut The Webstera’s Dictionary adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan. Sementara definisi Obsesi adalah ide, pikiran, bayangan, atau emosi yang tidak terkendali, sering datang tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas.
Jika kita punya rencana, lalu memfokuskan energi dan pikiran untuk merealisasikannya, berarti kita memiliki ambisi. Dan, jika keinginan itu sudah mendominasi pikiran tanpa terkendali sampai membuat emosi meluap, bahkan kadang dengan pengejaran membabi buta, berarti kita sudah terobsesi.
Ambisi dan obsesi merupakan dua hal yang bisa menjadikan seseorang terdorong untuk berpikir, bertindak dan bersikap mendapatkan sesuatu yang paling diinginkan. Semua cara ditempuh dan dijalankan demi apa dicitakan tercapai dan terwujud. Ambisi dan obsesi ada pada setiap orang tentunya dengan maksud dan tujuan yangberbeda-beda. Bahkan pada 2 orang yang mempunyai tujuan yang sama tetapi ambisi dan obsesinya akan berbeda.
Kalau kita pernah lihat salah satu iklan di televisi yang memakai slogan “ apa obsesimu??” mungkin sedikit mengingatkan kita. Manusia tidak bisa hidup hanya dengan mimpi-mimpi tanpa adanya pengobar semangat atau istilahnya sebagai bahan bakar mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Namun banyak yang salah mengartikan bahwa ambisi dan obsesi adalah dua hal yang sama.
Kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari ambisi dan obsesi merupakan dua hal yang berbeda dan sungguh berbeda arah. Walaupun sama-sama sebagai pengobar semangat, namun dalam cara keduanya berbeda.

Jangan Paksakan Diri
Untuk meraih ambisi, kita sering memaksakan diri. Alhasil, ketika sukses tidak dicapai, kita sangat kecewa. Punya ambisi sebenarnya boleh-boleh saja (bahkan wajib), tapi tak perlu sampai terobsesi. Pasalnya, obsesi hanya akan membuat kita berbuat atau mengorbankan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Menurut info di KOMPAS, agar ambisi tidak berubah menjadi obsesi, simak saja trik berikut.

1.Kritik Diri Sendiri
Untuk mengontrol diri, kita memang mesti berpikir positif. Terkadang saat ambisi muncul, yang terpikir hanyalah jadi yang terbaik dalam segala hal, tanpa terpikir apakah hal itu baik atau tidak. Jika pikiran ini sudah muncul, saatnya kita bertanya dan kritik diri sendiri, benarkah langkah yang diambil? Jangan lupa untuk terbuka terhadap kritikan dan saran dari orang terdekat.
2.Say, “I’ve Done The Best”
Setiap orang punya keterbatasan, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Jika kita terlalu keras pada diri sendiri maka kita akan kecewa. Jadi, tak perlu memaksakan diri untuk jadi yang terbaik. Kita bisa mengatakan pada diri sendiri bahwa apa yang telah kita lakukan adalah yang terbaik. Mulailah berpikir positif tanpa membuat kita over percaya diri. Memang ini tidak mudah. Namun ketika kita merasakan efek berpikir positif maka pikiran negatif perlahan akan pergi.
3.Jelaskan Tujuan
Salah satu sifat orang obsesif adalah berusaha sekeras mungkin mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika yang diinginkan tak tercapai, ia mengalami kekecewaan mendalam dan bisa menghalalkan segala cara. Hindari sikap obsesif dengan menentukan tujuan jelas sejak awal dan berdamailah dengan kegagalan.
4.Berpikir Panjang
Biasanya orang obsesif tidak berpikir panjang. Mereka lebih banyak mengikuti kata hati. Jadi, matangkan rencana dengan sempurna dan bayangkan kesuksesan akan rencana tersebut. Pikirkan sesuatu hal yang kemungkinan akan terjadi. Saat rencana gagal, kita tidak akan kecewa. Satu hal yang perlu dipertahankan adalah terus bangkit dan buat rencana baru.
5.Be Fun
Jangankan obsesif, sosok ambisius saja terkadang tidak disukai orang. Sifat ini memang membuat kita terkesan sombong. Ingin ambisius, boleh saja. Namun, tetaplah menjadi sosok menyenangkan. Dengan begitu tercipta image yang selalu baik. Dan, yang terpenting jangan memaksakan diri meraih kesuksesan saat melihat orang lain sukses. Pelajari dan asah saja kemampuan yang kita miliki agar keberhasilan bisa kita raih.

Jadi, berambisilah tanpa harus menjadi obsesif. Salah-salah kita malah memperlihatkan sisi gelap psikopat kita.

Rabu, 29 Juli 2009

INNER HEART

Good Article whEn u FeeL aNgrY…
Don’t Let it far juZ keEp Love in deEp on uR hEarT
Inner Heart Conversation
There is enemy that can not be conquered by love.
There is no illness that can not be cured by love and affection.
There is no hostility that can not be forgiven by sincerity.
There is no difficulty that can not be solved by perseverance.
There is no stone that can not be broken by patient.
Everything is must be from the bottom of your heart.
Talk with your inner heart, and it will go through to another heart too.
To be succeed is not about how big is your muscle and smart is your brain,
yet it is also about how lenient/soft of your heart to do certain matters.
You can not stop a cried baby by pulling him at your arm.
Or persuade him with sweets/candies and sweet words.
What you have to do is embrace/hug him until he feel the heart beat calmly
in your depth of relieved.
Please begin with your soft heart before you give it to your achievement.
Translation:
ArtiKeL yaNG BaGuS BaGi OrANg yaNG bawaANnyA marah2 kali yah? =D
Bicara Dengan Bahasa Hati
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.
Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis.
Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

PENANTIAN

Penantian mungkin bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penantian yang selalu terikat oleh jarak dan waktu. Situasi dimana kita hanya bisa menunggu dan berharap.
Penantian yang juga berarti menunggu, baik dengan batas waktu atau bahkan tanpa batasan waktu. Itu masih disertai dengan ketidakpastian. Penantian adalah proses, dimana menunggu orang-orang terdekat kita yang diharapkan kehadirannya ada di sisi kita atau menunggu orang yang kita sayangi dan cintai untuk menemani kita menjalani kehidupan ini.
Banyak kekhawatiran yang terjadi dalam proses penantian itu. Berbagai macam perasaan muncul didalammya seperti perasaaan takut, cemas, perasaan senang dan yang pasti perasaan berharap itu pasti ada serta berbagai hal lainnya
Menanti dalam penantian seseoran yang disayangi dan dicintai merupakan hal yang akan mempunyai pengaruh besar dalam diri seseorang yang menantinya. Begitu juga dalam kehidupan manusia yang juga menanti sesuatu yang pasti namun tidak pasti datangnya yakni kematian. Semua dari kita saat ini sedang menanti sesuatu yang pasti dalam ketidakpastian, hanya iman di hati yang mampu menjaga kita. Semua hal bisa saja terjadi atau berubah dalam penantian, entah tempat, waktu, usia, sifat dan perilaku kita hal tersebut bisa terjadi atas baik kit sadari ataupun tidak, semua terbentuk oleh perubahan waktu.
Bagi orang-orang yang berada dalam penantian butuh perjuangan dan kesabaran, didalamnya juga termasuk pengendalian emosi dan didukung oleh adanya rasa percaya dan yakin terhadap apa yang menjadi penantiannya. Selain itu juga adanya proses perenungan diri hingga kita pantas bertemu dengan orang yang kita nantikan kehadirannya.
Penantian tidak selalu menunggu person atau orang semata tetapi juga menunggu impian-impian seseorang yang menjadi kenyataan dan harapan. Tanpa kita sadari penantian mampu membuat kita menjadi sosok yang kuat bila kita mampu melewati putaran waktu dalam penantian itu atau bahkan kita juga bisa menjadi lelah untuk menjalaninya. Hal itu tergantung bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam memaknai sesuatu itu selama proses penantian.
Hanya kesabaran dan rasa percaya terhadap apa yang di nanti mampu menemani diri dalam menjalaninya. Doa yang selalu terpanjat kepada Tuhan yang memohon untuk dipersatukan atau dipertemukan kembali dengan apa yang selalu menjadi harapan dalam penantiannya. Selain itu juga butuh keberanian untuk menghadapi segala tantangan hidup selama proses itu berlangsung
Semua butuh proses dalam perjalanannya, entah cepat entah lambat. Fase itu akan tetap menjadi bagiannya. Percayalah pada Tuhan bahwa kita akan dipertemukan dengan apa yang kita harapkan kehadirannya disisi kita.